July 2018 archive

Latihan 12- Burung Terbang dipipiskan lada

Adapun segala orang Siam yang kembali itu, telah ia sampai ke benua Siam, maka Awi Dicu pun masuk menghadap Paduka Bubunnya. Maka Paduka Bubunnya pun terlalu marah; maka ia sendiri hendak pergi menyerang Melaka itu. Maka ada seorang anak Paduka Bubunnya, Cau Pandan namanya. Maka ialah bercakap Ke Bawah Duli Paduka Bubunnya hendak menyerang Melaka, …

Continue reading

Latihan 11 – Burung Terbang dipipiskan Lada

Maka kedengaranlah ke Melaka, Cau Pandan anak Bubunnya, akan dititahkan menyerang Melaka. Maka ada seorang hamba Allah diam di Melaka, bangsanya Arab, Sidi Arab namanya disebut orang. Maka tuan itu senantiasa bermain panah lasykar, seperti dewal orang berzikir. Barang ke mana tuan itu pergi, panah itu dibawanya. Maka tatkala itu, Tuan Sidi Arab itu pun …

Continue reading

Latihan 10 – Burung Terbang dipipiskan Lada

Syahadan, pada suatu hari, maka Tun Perak datang menghadap, duduk di tanah samasama orang banyak. Maka kata bentara yang bergelar Seri Amerta kepada Tun Perak, “Tuan Tun Perak, segala orang Kelang ini menghadap baginda mengadukan halnya kepada Duli Yang Dipertuan. Adapun orang teluk rantau yang lain semuanya menghadap laki-laki juga; adapun orang Kelang ini menghadap …

Continue reading

Latihan 9 – Burung Terbang dipipiskan Lada

Adapun segala orang Siam yang kembali itu, telah ia sampai ke benua Siam, maka Awi Dicu pun masuk menghadap Paduka Bubunnya. Maka Paduka Bubunnya pun terlalu marah; maka ia sendiri hendak pergi menyerang Melaka itu. Maka ada seorang anak Paduka Bubunnya, Cau Pandan namanya. Maka ialah bercakap Ke Bawah Duli Paduka Bubunnya hendak menyerang Melaka, …

Continue reading

Latihan 8 – Burung Terbang dipipiskan Lada

Maka ada seorang anak Seri Bija Diraja, Tun Umar namanya, terlalu berani, kelakuannya gila-gila bahasa. Maka disuruhkan oleh Bendahara Paduka Raja suluh perahu Siam itu. Maka Tun Umar pun pergilah dengan sebuah perahunya olang-oleng. Telah bertemu dengan perahu Siam yang banyak itu, maka dilanggarnya sekali, dua tiga buah perahu Siam alah, lalu ia terus ke …

Continue reading